Yesus, Tuhanku, apakah dosa-Mu,
hingga hukuman bagi-Mu berlaku?
Durhaka apa sudah dituduhkan
pada-Mu, Tuhan?


‘Kau didera, dihina kaum prajurit,
‘Kau dicerca, dib’ri mahkota duri
dan minuman-Mu pada kayu salib
anggur yang pahit.


Apa sebabnya Kauterima siksa?
Tak lain kar’na dosa manusia:
aku sendiri dan kesalahanku
jadi beban-Mu!


Siapa menduga jalan hukum ini:
bahwa Gembala mengurbankan diri,
jadi tebusan domba yang bersalah
terhadap Allah.


‘Kau harus mati walau tak berdosa,
orang bersalah hidup dan sentosa.
Bebaslah kami yang t’lah mengaminkan
‘Kau disalibkan.


Kasih sempurna, rahmat tak terhingga,
‘Kau menjalani siksa maut hina.
Aku terbawa dunia sukacita, –
‘Kau menderita!


Raja abadi, apa kulakukan,
agar kasih-Mu dapat kumasyhurkan?
Apa yang layak aku persembahkan
jadi imbalan?


Tiada yang sanggup untuk mengimbangi
rahmat kasih-Mu suci dan ilahi.
Baik berusaha, maupun beribadah,
takkan setara!


Namun yang tinggal berkenan pada-Mu
hanyalah bila kusalibkan nafsu;
hati yang hancur yang hendak bertobat
tidak Kautolak.


Kar’na ‘ku tahu aku tak berkuasa
dan agar jangan aku putus asa,
b’ri Roh Kudus-Mu memerintah aku
ikut jejak-Mu!


Jadikan daku taat dan setia
demi nama-Mu yang mahamulia,
agar kupikul salib-Mu ke muka
tanpa berduka.


Walau karyaku tak bersifat jasa,
namun, ya Tuhan, ‘Kau senantiasa
mau menerima persembahan hati
dan Kauberkati.


Ya Tuhan Yesus yang di takhta Allah,
‘Kau yang terpuji untuk selamanya;
aku pun ikut memberi selalu
syukur pada-Mu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *